2017/06/23

Tidak Selamanya Harus Menggunakan Heading Dan Subheading

Dijelaskan Bahwa Tidak Selamanya Harus Menggunakan Heading Dan Subheading
Kesalahan para blogger pemula ketika mereka belajar seo adalah mereka selalu terjebak dengan heading dalam format penulisan bahwa dalam menulis sebuah artikel harus menggunakan heading dan subheading padahal jika Anda mau tahu, kalau beda artikel beda struktur penulisan. Heading dan subheading hanya digunakan ketika Anda mengurai sebuah artikel,dalam hal ini ketika artikel Anda mengandung poin poin penting maka barulah Anda menggunakan heading tersebut,jadi sub heading dan heading bukan penentu artikel Anda nantinya bisa pageone karena selama ini heading dianggap sebagai tempat untuk menaruh kata kunci dan alhasil artikel yang tadinya tidak perlu menggunakan heading malah diisikan dengan anak judul tersebut. Jika Anda mau tahu nilai artikel yang powerfull adalah bagaimana Anda menstrukturkan Tanda baca.

Ingat bahwa tidak semua artikel harus menggunakan heading  ( h2 ) dan sub heading ( h3 )..

Karena yang mejadikan artikel bisa pageone itu adalah bagaimana artikel itu bisa dengan mudah dimengerti search engine karena search engine ini sudah diset sedemikian rupa layaknya manusia membaca oleh karena itu atur saja penempatan Tanda baca yang baik. Jika manusia nantinya bisa paham maka tentu mesin penelusuran juga bisa mengerti.

Tidak Perlu Menggunakan Subheading


Jadi, untuk membuat artikel yang terstruktur dan memungkinkan artikel yang Anda buat itu nantinya bisa pageone maka atur saja Tanda baca dengan baik. dengan mengatur Tanda baca dengan baik maka tentu Anda pun bisa mengetahui dimana posisi keyword yang baik dan tidak. Maka dari itu, disini saya mau berbagi wawasan tentang Tanda baca.

Fungsi Tanda titik (.)

-Untuk mengakhiri sebuah kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan.
-Pada akhir singkatan nama orang.
-Diletakan pada akhir singkatan gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.
-Pada singkatan kata atau ungkapan yang sudah sangat umum.
-Dibelakang angka tau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar atau daftar, dll.

Misalnya:
-Hari ini artikel saya pageone lagi.
–Pemilik blog yang selalu pageone adalah omblogging.

Fungsi Pemakaian Tanda Koma (,)

-Memisahkan unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilang.
-Memisahkan anak kalimat dari induk kalimat apabila anak kalimat tersebut mendahului induk kalimat.
-Memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat

Contoh:
-Mulai hari ini, saya akan lebih giat belajar seo.
-Topik artikel kali ini, Menyebar keyword agar pageone.

Fugsi Tanda Seru (!)

Tanda seru Adalah seruan atau perintah atau yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaa, atau rasa emosi yang kuat.

Contoh:
-Dilarang copas artikel !
-Jangan copas artikel saya !

Fungsi Tanda Titik Koma (;)

-Memisahkan bagian kalimat yang sejenis atau setara.
-Sebagai pengganti kata penghubung.

Contoh:
-Persaingan sudah semakin ketat; artikel belum kelar juga.

Tanda Titik Dua (:)

Tanda Titik Dua digunakan untuk:
-Pada akhir suatu pernyataan
-Pada kata atau ungkapan
-Untuk menunjukan pelaku dalam percakapan
-Antara bab dan ayat atau antara judul dan anak judul suatu karangan.

Contoh:
-Omblogging: mau pageone ga?

  Dendy: mau dong.

Tanda Hubung (-)

-Tanda hubung dipakai dalam hal-hal seperti berikut:
-Menyambung suku-suku kata yang terpisah oleh pergantian baris.
-Menyambung unsur-unsur kata ulang.
-Merangkai unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa asing.

Contoh:
-Bro, bagi template blog mu.

Tanda Elipsis (…) Titik-titik

Tanda elipsis dipergunakan untuk menyatakan hal-hal seperti berikut:
-Mengambarkan kalimat yang terputus-putus semisal ( Aksen )
-Menunjukan bahwa satu petikan ada bagian yang dihilangkan.

Contoh:
-Hmm… jadi… begitu caranya pageone.

Tanda Tanya (?)

Dipakai pada setiap akhir kalimat tanya. kalau diletakan didalam Tanda kurung menyatakan bahwa kalimat yang dimaksud belum bisa dibuktikan kebenarannya.

Contoh:
kenapa artikel saya susah pageone ya?
bagaimana yah agar mudah pageone?

Tanda Kurung ( )

Digunakan untuk:
-Mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian pokok pembicaraan.
-Mengapit angka atau huruf yang memberikan kerincian suatu karangan

Contoh:
-LSI ( Laten Semantic Indexing ) merupakan salah satu struktur yang paling diperhatikan mesin pencari

Tanda Petik (“…”)

Fungsi Tanda petik adalah:
-Mengapit petikan lagsung yang berasal dari pembicaraan
-Mengapit istilah kalimat yang kurang dikenal.

Contoh:
-Ternyata artikel omblogging " Belajar Seo " sangat banyak dikunjungi.

Tanda Petik Tunggal (‘..’)

Fungsinya:
-Mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan lain.
-Mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan asing.

Contoh:
-Omblogging selalu pageone karena selalu melakukan 'optimasi' Seo

Garis Miring (/)

Fungsi Tanda garis miring :
Tanda garis miring dipakai sebagai pengganti kata dan, atau, per nomor.

Contoh:
-No. Surat A/XXI/2017

Demikian.
Jadi, artikel yang selalu pageone itu berdasarkan bagaimana Anda menempatkan Tanda baca disertai keyword yang ada dan berfungsi seperti perintah Tanda baca tersebut. Tidak selamanya pada h2 atau h3.

4 komentar

Ini yang saya lemah didalamnya om. Tidak terlalu faham bagaimana menempatkan tanda baca. Jadi hanya mengandalkan bermain heading. terimakasih banyak om..

Dimaksimalkan lagi belajarnya agar nanti artikelnya bisa selalu pageone

kadang saya sering salah dalam penggunaan tanda baca seperti koma dan titik, artikel ini sangat membantu.

menulis itu seni ya mas blogging ? bagaimanapun kenyamanan pembaca tetap nomer satu agar pembaca tidak bosa dengan artikel kita. saya nagk bosen2 mbaca artikel om blogging

Silahkan berkomentar yang baik dan menarik sesuai dengan isi konten.
Komentar yang tidak diperbolehkan :

1. Berbau penghinaan SARA & PXXN
2. Komentar dengan Link hidup ( akan dianggap spam )
3. Komentar tidak nyambung dengan isi postingan

EmoticonEmoticon